Pengunjung di Bandung Zoo tembus 60 ribu, melebihi kunjungan masa libur Lebaran

Pengunjung di Bandung Zoo tembus 60 ribu, melebihi kunjungan masa libur Lebaran

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah

Erfa News, BANDUNG - Kawasan wisata Bandung Zoo dipadati puluhan ribu pengunjung, Sabtu (3/1/2025).

Para pengunjung begitu antusias dan sabar antre masuk sejak pintu gerbang mulai dibuka pukul 08.00 hingga beberapa jam penutupan.

Para pengunjung mengular hingga kawasan tempat parkir. 

Di antara mereka ada yang membawa karpet hingga sayur dan buah ditangan. Buah tangan tersebut diperuntukkan untuk donasi pakan satwa. 

Menariknya, terdapat box yang ditempatkan dalam roda dorong untuk menyimpan donasi pakan dari pengunjung. 

Tingginya hampir setengah dari orang dewasa, tumpukan sayur dan buah segar disimpan dengan apik. 

Setelah lima bulan tak beroperasi, Bandung Zoo kini membuka gerbang bagi pengunjung secara cuma-cuma, tanpa tarif masuk, tanpa tiket. Semuanya bebas masuk untuk berlibur pada momentum Natal dan Tahun Baru. 

Pengunjung yang telah antre itu masuk dengan kondusif. Beberapa penjaga turut mengarahkan. 

Dari pantauan Erfa News, sejumlah trotoar di dekat Institut Teknologi Bandung dijadikan tempat parkir kendaraan roda dua, yang ditarif Rp5 ribu, sedangkan kendaraan roda empat ditarif Rp10-20 ribu di luar area parkir Bandung Zoo.

Sedangkan di area parkir Bandung Zoo, tarif parkir seikhlasnya. 

Bandung Zoo memang menjadi wisata primadona di Kota Kembang. Tak hanya itu, liburan kali ini dijadikan ajang nostalgia oleh para pengunjung. 

Agus Alfa (40) warga Cimahi, datang sekitar pukul 11.00  bersama keluarga karena penasaran dengan antusiasme masyarakat terhadap Bandung Zoo.

“Liburan akhir tahun, terus dengar gratisan juga. Penasaran,” katanya.

Agus terakhir kali mengunjungi Bandung Zoo sekitar 14 tahun lalu, saat anak pertamanya masih digendong. Kembali ke tempat yang sama bersama anak-anak yang kini sudah besar membuat ingatan lama bermunculan.

“Sudah lama banget. Dulu hewannya masih banyak, permainannya juga lebih banyak. Sekarang ya terasa beda,” ujarnya.

Meski menilai ada sejumlah fasilitas yang perlu perawatan, Agus mengapresiasi kepedulian pengunjung yang datang tidak sekadar berwisata, tetapi juga berdonasi.

“Saya donasi uang sedikit. Mudah-mudahan bisa bantu buat makan hewan-hewan di sini,” ucapnya.

Bagi anak-anak, Bandung Zoo bukan soal perbandingan masa lalu dan sekarang. Ini tentang pengalaman pertama. Amanda (10), putri Agus, tampak antusias saat menyebut hewan favoritnya.

“Singa sama ular. Engga takut, karena mereka dalam kandang," kata Amanda. 

Ia juga mengaku senang melihat kura-kura dan ingin kembali berkunjung suatu hari nanti.

Pengunjung Bandung Zoo lainnya, Cepi Hogi Hadiana (45), warga Kopo, Kabupaten Bandung, menjadi salah satu pengunjung yang datang sejak pagi. 

Ia tiba sekitar pukul 09.00 bersama dua keluarga besar, total sembilan orang. 

Antrean panjang sudah ia temui sejak pintu masuk, namun tak mengurangi niatnya menghabiskan sisa liburan tahun baru di Bandung Zoo.

“Antreannya cukup panjang, pengunjungnya juga banyak. Tapi ini mungkin kesempatan warga Bandung, khususnya, karena lagi gratis,” ujarnya.

Dalam kunjungannya kali itu, Cepi turut mengendong anak perempuannya berusia batita. Mengeliling Bandung Zoo hingga siang hari tak lupa ia memakaikan topi kepada sang buah hati. Begitu pun ia, kacamata turut menjadi aksesoris di kepalanya. 

Bagi Cepi, liburan kali ini terasa berbeda. Terakhir ia datang sekitar tiga sampai empat tahun lalu, sebelum akhirnya kembali membawa anak-anaknya. Ada rasa baru sekaligus lama yang bercampur.

“Sudah lama enggak ke sini, jadi pas datang lagi kerasa banyak perubahan. Bahkan pas masuk aja tadi lewat jalur keluar. Menurut saya sekarang lebih bagus,” katanya.

Informasi soal tiket gratis ia dapat dari berbagai sumber, mulai dari laman berita online, media sosial, hingga dari mulut ke mulut warga Bandung. 

Menurutnya, kebijakan ini positif dan disambut baik masyarakat, terutama untuk wisata keluarga.

Sejak dibuka gratis pada libur Natal hingga awal Januari, jumlah pengunjung tercatat telah menembus lebih dari 60 ribu orang. 

Angka itu terus bertambah setiap harinya, seiring antusiasme warga yang datang bersama keluarga, anak-anak, bahkan orang tua mereka.

Lampaui Libur Lebaran

Humas Bandung Zoo, Syulhan Syafi’i, menyebut lonjakan ini bukan sekadar soal liburan, tetapi juga soal ikatan emosional yang sudah lama terbangun.

“Kalau dihitung, mungkin sudah 60 ribu orang lebih. Dan ini masih terus nambah,” ujar Syulhan.

Menurutnya, Bandung Zoo punya tempat tersendiri di ingatan banyak orang.

Tak sedikit pengunjung yang datang karena pernah ke sana saat kecil, lalu kini kembali sebagai orang tua.

“Bandung Zoo itu ikon. Seperti Persib. Belum lengkap rasanya kalau liburan enggak ke sini," imbuhnya. 

Ia bahkan menyebut antusiasme kali ini melampaui suasana libur Lebaran. Sebuah kondisi yang di luar dugaan pengelola.

“Jujur kita kaget. Ini bisa dibilang melebihi Lebaran. Antusiasnya luar biasa,” ujarnya.

Lonjakan pengunjung yang besar membuat pengelola harus menyesuaikan pola pengelolaan. Pada awal pembukaan, pencatatan jumlah pengunjung masih dilakukan, namun karena kepadatan semakin tinggi, pengelola memilih melonggarkan akses demi keselamatan.

“Kalau ditahan di depan, takutnya malah dorong-dorongan dan pagar bisa roboh. Jadi akhirnya kita loskan,” jelasnya.

Apalagi, Bandung Zoo kini juga diposisikan sebagai ruang terbuka hijau publik oleh Pemerintah Kota Bandung.

“Wali kota juga sudah menyampaikan, ini taman publik, taman hijau. Silakan masyarakat datang,” kata Syulhan.

Meski begitu, ia menegaskan Bandung Zoo tidak bisa disamakan sepenuhnya dengan taman kota lain. Di balik suasana santai, ada ratusan satwa yang harus tetap terlindungi.

“Ini bukan RTH seperti Babakan Siliwangi. Kita punya 711 satwa. Jadi harus cari teknik agar bisa jalan sebagai ruang publik tapi satwa tetap aman,” ujarnya.

Sebagai langkah pengamanan, jam operasional dibatasi hingga pukul 14.00 WIB. Biasanya, pada hari normal, Bandung Zoo buka hingga pukul 17.00 WIB.

“Sekarang kita batasi. Demi keselamatan pengunjung dan satwa,” kata Syulhan.

Penjagaan pun diperketat. Para keeper dikerahkan penuh untuk memastikan kondisi satwa tetap terkendali di tengah ribuan pengunjung.

“Konsentrasi keeper harus ekstra,” ujarnya.

Selama masa kunjungan padat ini, pengelola melarang keras aktivitas memberi pakan satwa. Penjualan pakan yang sebelumnya tersedia juga dihentikan sementara.

“Feeding sekarang dilarang total. Kita enggak tahu pakannya dari mana. Jadi lebih aman dihentikan,” ucapnya.

Layanan edutainment masih tetap berjalan, meski terbatas. Edukasi satwa hanya digelar satu kali sehari pada pukul 11.00 WIB, sementara interaksi lain disesuaikan dengan kondisi lapangan.

Adapun untuk menjaga ketertiban, pengamanan melibatkan kepolisian, Satpol PP, serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat.

Syulhan membenarkan gelombang donasi dari masyarakat. Banyak pengunjung datang membawa sayur, buah, jagung, hingga ayam untuk pakan satwa. Donasi uang juga terus mengalir.

“Antusias donasi luar biasa. Ada yang dari luar Bandung, aktivis, bahkan dari kebun binatang lain,” katanya.

Syulhan mengingatkan pengunjung agar tetap menjaga ketertiban dan kebersihan.

“Silakan nikmati RTH anyar Kota Bandung. Botram boleh, kegiatan boleh. Tapi mohon tertib, antre, jaga sampah, dan patuhi aturan. Ini ruang publik, tapi juga rumah satwa,” kata Sulhan. (*) 

0 Response to "Pengunjung di Bandung Zoo tembus 60 ribu, melebihi kunjungan masa libur Lebaran"

Posting Komentar