Cari Sarapan Tradisional Murah di Jogja, 6 Tempat Ini Selalu Jadi Pilihan Utama


Pasar Ngasem di Yogyakarta telah menjadi destinasi kuliner yang tidak boleh dilewatkan, terutama bagi penggemar sarapan khas Jawa. Berlokasi di Jalan Polowijan No. 11, pasar ini buka setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 14.00. Tidak hanya ramai dikunjungi oleh wisatawan, tetapi juga warga lokal yang ingin menikmati hidangan tradisional dengan cita rasa autentik dan harga yang terjangkau.

Di Pasar Ngasem, pengunjung bisa menemukan beragam pilihan kuliner, mulai dari makanan berat, jajanan tradisional, hingga minuman hangat. Berikut adalah enam spot sarapan murah meriah ala tradisional yang bisa dicoba:

1. Warung Makan Yu Ira dan Warung Makan Bu Sirep

Di Pasar Ngasem, dua warung makan ini selalu ramai dan menjadi favorit banyak pengunjung.
- Warung Makan Yu Ira dikenal sebagai tempat yang paling ramai dan diminati. Menu khasnya seperti sate koyor, sate ayam, nasi uduk, dan nasi pecel sangat populer. Yang paling spesial adalah sate Yu Ira, yang disajikan dalam porsi mengenyangkan dengan harga Rp10.000 per porsi. Tekstur sate empuk, juicy, dan bumbu meresap membuat rasanya lezat.
- Warung Makan Bu Sirep menawarkan variasi hidangan yang lebih banyak. Pengunjung bisa menemukan menu seperti sayur bubur krecek, oseng genjer, oseng gembus, oseng kembang turi, brongkos koyor, gudheg, bakmi lethek, bakmi soon, bobor kelor, dan tempe garit. Minuman tradisional yang kaya rempah juga tersedia. Kedua warung ini menerapkan sistem self-service, sehingga pengunjung bebas memilih lauk sesuai selera.

2. Apem Beras Bu Wanti

Salah satu jajanan tradisional yang populer di Pasar Ngasem adalah Apem Beras Bu Wanti. Harganya sekitar Rp3.000 per biji, namun ukurannya cukup besar sehingga bisa mengenyangkan. Keunikan dari apem ini adalah proses pembuatannya yang dilakukan secara segar saat ada pembeli, sehingga tekstur dan rasa tetap lembut. Namun, karena dibuat langsung saat dipesan, antrean sering panjang terutama di pagi hari. Apem ini terbuat dari tepung beras dan cocok untuk sarapan ringan atau teman minum teh/kopi.

3. Carabikang

Carabikang merupakan kue tradisional lain yang wajib dicoba. Harganya Rp2.000 per biji dan tersedia dalam beberapa varian rasa seperti original, ubi, cokelat, dan nangka. Kue ini memiliki tekstur empuk, gurih, dan tidak terlalu manis, cocok untuk sarapan pagi atau camilan ringan. Ukurannya pas dan rasanya ringan membuat carabikang menjadi pilihan favorit banyak pengunjung.

4. Wingko dan Bakpia Ngasem

Wingko dan bakpia di Pasar Ngasem selalu menjadi daya tarik karena kualitas dan rasanya yang segar. Harga per bijinya sekitar Rp2.000, sehingga pengunjung bisa membeli banyak sekaligus. Wingko memiliki tekstur lembut dan rasa gurih, sedangkan bakpia hanya tersedia dengan isian kacang hijau yang manis pas. Kedua jajanan ini bisa tahan hingga seminggu jika disimpan dengan benar, menjadikannya pilihan oleh-oleh yang populer.

5. Wedang Sendang Ayu Mba Marsuwe

Wedang Sendang Ayu Mba Marsuwe adalah minuman tradisional yang patut dicoba. Proses pembuatannya masih tradisional, menggunakan arang dan diulek manual, sehingga rasanya autentik. Harganya Rp15.000 per porsi, dengan porsi yang cukup besar untuk dua orang. Wedang ini terasa hangat, ringan, dan dilengkapi kolang kaling yang menambah tekstur. Cocok dinikmati di pagi hari atau saat cuaca dingin.

6. Pastel Kauman

Pastel Kauman berada di luar area utama pasar, tepatnya setelah keluar pasar ambil arah kiri. Pastel ini viral dan laris manis, terutama di akhir pekan. Penjualan bisa mencapai 1.500–2.000 pastel per hari. Pastel ini tersedia dalam dua varian, ayam dan sayur, dengan isi tebal dan rasa gurih. Kulitnya tipis dan krispi, membuat rasa isian terasa maksimal. Pastel ini bisa disantap langsung atau dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

0 Response to "Cari Sarapan Tradisional Murah di Jogja, 6 Tempat Ini Selalu Jadi Pilihan Utama"

Posting Komentar