Mengenal Tipe-Tipe Kepribadian dalam Pengelolaan Keuangan
Setiap orang memiliki cara masing-masing dalam mengelola keuangannya. Meskipun ada rumus ideal tentang perencanaan keuangan, pada praktiknya, setiap individu memiliki tipe yang berbeda. Hal ini dipengaruhi oleh karakter dan pola pikir masing-masing orang. Untuk bisa merancang pola pengaturan keuangan yang tepat, kamu perlu mengenali tipe seperti apa kamu dalam memandang finansial. Dengan begitu, kamu bisa menyusun strategi untuk menemukan pola yang sesuai dengan kepribadianmu.
Berikut adalah beberapa tipe kepribadian dalam pengelolaan keuangan:
1. Amasser, Si Paling Obsesif

Apakah kamu selalu merasa bahagia dan menikmati momen saat mengelola keuangan dengan membagi uangmu secara proporsional untuk pengeluaran, tabungan, dan investasi? Jika iya, maka kamu termasuk dalam kategori amasser.
Ini adalah tipe kepribadian yang sangat menyukai uang dan cenderung menyeimbangkan uang yang mereka miliki, baik untuk kebutuhan dan keinginan masa kini maupun masa depan. Kecenderungan utama mereka adalah bekerja keras dalam menghasilkan uang. Mereka juga berani mengambil risiko untuk menghasilkan keuntungan yang lebih besar dengan berinvestasi (risk taker). Selain itu, mereka merasa dirinya punya kuasa atas uang yang dimiliki.
Meskipun cenderung memiliki obsesi terhadap uang yang terlalu tinggi kadang membuat tipe ini menjadi terlalu khawatir terhadap pengelolaan keuangannya. Tips bagi kamu yang masuk dalam kategori amasser ini, pengelolaan keuanganmu sudah dipastikan baik. Akan tetapi ingat, hidup kadang tidak selalu soal uang. Kamu harus bisa menyeimbangkan obsesimu terhadap uang dengan pengembangan diri dan sosial kamu yang lebih baik.
2. Hoarder, Si Tukang Nabung

Bagi kamu yang sangat hobi sekali menabung, mungkin kalian adalah hoarder. Ini adalah tipe yang suka menabung dan memprioritaskan tujuan keuangan mereka di atas segalanya. Hoarder sangat suka sekali membuat perencanaan keuangan dan menikmati proses berkomitmen untuk menjalankan rencana tersebut. Bahkan, hoarder cenderung rutin mengevaluasi keuangan mereka secara berkala loh.
Apa yang membedakan hoarder dengan amasser? Hoarder cenderung enggan menikmati uangnya untuk kebahagiaan diri sendiri dan orang lain serta takut untuk berinvestasi (risk averse). Bahkan hoarder memandang bahwa menghabiskan uang untuk kegiatan liburan, hiburan, bahkan shopping sebagai sesuatu yang tidak perlu.
Meskipun menabung dan memiliki perencanaan keuangan yang terkontrol adalah hal yang baik, tetapi tidak ada salahnya loh menganggarkan pengeluaran untuk liburan, hiburan, bahkan shopping ke dalam perencanaan keuanganmu. Anggap saja itu sebagai hadiah kepada diri sendiri karena kamu telah konsisten terhadap rencana keuangan yang dibuat. Selain itu, kamu juga perlu memulai berinvestasi dengan membagi pos uang yang telah disisihkan ke sana.
3. Avoider, Si Masa Bodoh

Apakah kamu selalu sulit sekali mengelola keuangan? Mulai dari kesulitan untuk menyusun rencana keuangan, membuat catatan pengeluaran, hingga membayar tagihan tepat waktu? Jika ciri-ciri ini kamu banget, maka kamu termasuk dalam kategori avoider! Ini adalah tipe orang yang merasa tidak kompeten dan mudah kewalahan jika dihadapkan dengan hal-hal yang menyangkut uang. Bahkan, avoider cenderung tidak tahu atau tidak peduli dengan berapa banyak uang yang ia miliki, berapa banyak uang yang ia pinjam, hingga berapa banyak uang yang ia belanjakan.
Tips utama buat avoider, ubah mindset kamu terhadap pengelolaan keuangan. Jangan jadikan pengelolaan keuangan menjadi sesuatu yang menakutkan. Justru, kamu harus menjadikan hal tersebut sesuatu yang dapat menjembatani kamu dengan tujuan hidupmu. Mulailah dengan langkah-langkah kecil untuk peduli terhadap keuanganmu, seperti menyisihkan uang untuk ditabung saat menerima uang saku atau gaji, membuat pos pengeluaran sederhana, dan membayar tagihan yang menjadi kebutuhan utama secara tepat waktu.
4. Spender, Si Belanja Melulu

Siapa dari kalian yang hobi banget ngopi-ngopi di senja hari, nonton konser, shopping, bahkan rutin banget nongkrong sama teman-teman? Hati-hati, kalau ini terjadi intens, kamu mungkin tipe spender. Ini adalah tipe yang sangat gemar sekali menggunakan uang untuk membeli barang dan jasa guna mendapatkan kepuasan dan kebahagiaan sesaat. Selain itu, spender sangat kesulitan untuk menabung, tidak terbiasa menggunakan uang untuk future-oriented purchases.
Dengan demikian, spender kesulitan memprioritaskan kebutuhan dari keinginan. Parahnya, spender yang sudah sangat akut bisa menghabiskan seluruh pendapatan yang ia miliki bahkan hingga terjerat utang. Buat kalian yang merasa tergolong spender, yuk kurang-kurangi belanja hal-hal yang sebenarnya nggak terlalu kalian butuhkan. Sekali-kali boleh saja, tetapi jangan sampai keseringan ya. Ingat gaya hidupmu juga perlu disesuaikan dengan pendapatan yang kamu miliki setelah dialokasikan ke tabungan dan investasi bagi masa depanmu. Hal kecil yang bisa kamu lakukan adalah dengan mencatat setiap pengeluaranmu agar kamu tetap terkontrol.
Jadi, kamu tipe kepribadian yang mana dalam hal finansial? Yuk mulai perencanaan keuangan sejak sekarang agar bisa mencapai financial freedom di masa depan.
FAQ Seputar Tipe-Tipe Kepribadian dalam Mengelola Keuangan
Apa saja tipe kepribadian dalam mengelola keuangan?
Ada empat tipe utama yaitu Amasser (si obsesif), Hoarder (si tukang nabung), Avoider (si masa bodoh), dan Spender (si belanja melulu).
Apa ciri orang dengan tipe Amasser?
Tipe Amasser sangat menyukai proses pengelolaan uang, suka menyeimbangkan pengeluaran, tabungan, dan investasi, serta berani mengambil risiko untuk keuntungan lebih besar.
Bagaimana karakter orang dengan tipe Hoarder?
Hoarder adalah mereka yang sangat rajin menabung dan memprioritaskan tujuan keuangan, tetapi cenderung enggan menikmati uang untuk kebutuhan personal.
Apa ciri orang dengan tipe Avoider?
Avoider adalah orang yang merasa kewalahan atau tidak tertarik mengatur keuangan, bahkan sering tidak tahu jumlah uang yang dimiliki atau digunakan.
Bagaimana perilaku tipe Spender?
Tipe Spender cenderung gemar berbelanja dan mencari kepuasan sesaat dari pengeluaran, sehingga sering kesulitan untuk menabung atau memprioritaskan kebutuhan masa depan.
0 Response to "4 Karakter Finansial, Kamu Termasuk yang Mana?"
Posting Komentar